Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: "Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik / TV".
ESR (Equivalent Series Resistance) Meter Manual adalah merupakan Alat (Tool) yang sangat membantu untuk mempercepat proses perbaikan pada Perangkat Elektronik maupun Televisi, ESR Meter Manual ini berguna sewaktu pelacakan kerusakan komponen kapasitor / kondensator (elco), dengan kata lain: ESR Meter Manual ini merupakan "Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV".
ESR Meter Manual ini dapat di beli secara online di internet, atau anda dapat membuat sendiri Alat ESR Meter, sayangnya.. kami tidak mempunyai skema / rangkaian ESR Meter ini, jadi anda dapat mencari referensi dari beberapa blog teknisi, yang beberapa blog teknisi tersebut sudah membahas secara detil tentang; 'Bagaimana cara membuat alat ESR Meter sederhana" ini.
Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual (Buatan Sendiri)
ESR Meter manual ini di buat menggunakan sebuah Box AVO Meter yang sudah tidak terpakai lagi (rusak).
ESR Meter manual di buat oleh: Indah Cell
Adapun alatESR (Equivalent Series Resistance) Meter Manual ini adalah milik salah satu rekan kami sesama Teknisi yang sudah Membuat / Merakit sendiri alat ESR Meter Manual ini, berdasarkan beberapa referensi dari internet, khususnya di blog para Teknisi Elektronik/TV tersebut, berikut beberapa keterangan, terkait alat ESR Meter manual ini beserta gambar dan Video.
ESR Meter manual (buaatan sendiri)
ESR Meter Manual sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah dibuat oleh rekan kami sesama Teknisi Elektronik / TV, berikut beberapa keterangannya:
Switch Power ON / OFF: berfungsi Menyambung / Memutuskan Arus (menghidupkan / mematikan alat)
Lampu Power: sebagai Indikator ON
Lampu Indikator: Lampu ini sebagai Lampu Indikator pada Komponen yang di Uji, jika Lampu Indikator ini menyala terus, maka Elco yang di Uji / Test tersebut sudah Short (korslet), Lampu Indikator ini akan menyala sebentar kemudian mati, jika komponen elco tersebut masih dalam kondisi Baik (bagus), hal ini di tandai juga dengan VU Display / Level tersebut juga Naik.
VU Level / Display: VU ini akan Naik, jika Elco yang di Test tersebut dalam kondisi masih Baik (bagus), lihat juga pada Lampu LED Indikatornya, akan menyala sebentar, kemudian mati yang menandakan bahwa Elco tersebut masih mempunyai kapasitas (menampung arus).
ESR Meter manual (buatan sendiri)
Capture di atas merupakan Gambaran, Bagaimana Posisi VU Display / Level bergerak Naik ketika Komponen Elco tersebut masih dalam Kondisi Baik (bagus) menggunakan ESR Meter manual..
Jika Indikator LED tidak Berkedip dan VU Level / Display tidak Naik sama sekali, hal ini menandakan bahwa: Komponen tersebut sudah tidak mempunyai kapasitas lagi atau putus.
(Video) - Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual (Penggunaan "ESR Meter manual" ketika Melakukan Ujicoba / Pengetesan Komponen Elco yang sudah Rusak dan Elco yang masih Bagus pada Mesin Televisi
Demikian beberapa informasi terkait "Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual" ini, semoga bisa bermanfaat..
Rotary Switch ini merupakan Saklar Putar mode Selektor (mempunyai beberapa throw/ jalur keluaran) dengan 1 atau 2 sentral/ pusat saklar.
Rotary Switch (Tampak Atas)
Rotary Switch ini banyak dipergunakan untuk pada perangkat elektronika, khusunya Adaptor, yang berfungsi sebagai Pemilih (selektor) Tegangan yang di inginkan.
Rotary Switch (Tampak Bawah)
Rotary Switch sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah sebuah Saklar Putar yang umum dipergunakan untuk Selektor Tegangan pada Power Adaptor yang banyak beredar di pasaran.
Rotary Switch ini mempunya 2 sentral saklar untuk 2 x 6 pilihan jalur (channel) keluaran, dengan kata lain 1 Sentral saklar untuk 6 pilihan jalur/ channel keluaran, sebagaimana penggunaannya pada: "Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".
Rangkaian "Power Regulator" ini, kami salin dari sebuah rangkaian Adaptor yang beredar di pasaran, Rangkaian Power Adaptor ini dilengkapi dengan Stabilizer dan Regulator (pengatur) Tegangan dengan kisaran DC4.5V hingga 13.8V.
Bahan yang diperlukan untuk membuat "Power Adaptor dengan Stabilizer + Regulator Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V" tersebut adalah:
Untuk rangkaian perata Arus dan filter Tegangan menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem jembatan atau umum disebut dengan Bridge Rectifier dan sebuah Elco dengan kapasitas 2200mF hingga 4700mF/ 25V, sebagaimana informasi di halaman terdahulu: "Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)", atau untuk lebih singkatnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Rangkaian perata Arus dan filter Tegangan pada Adaptor sederhana
Rangkaian paling atas menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan dibawahnya menggunakan 2 buah Dioda ketika mempergunakan Trafo CT. Kedua rangkaian Perata Arus dan Filter Tegangan diatas, tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh, jadi pilih salah satu diantara kedua rangkaian tersebut di atas,
Komponen
T1: Trafo 3Amp hingga 7Amp
D1: 1N5401
C1: 2200mF atau 4700mF/ 25V
Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer" - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V
Jika pada halaman terdahulu: "Belajar Cara Membuat/ Merakit Adaptor Sederhana" (pada bagian bawah halaman tersebut) Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptornya menggunakan IC DC1 untuk 1 Tegangan Output saja (bersifat Statis/ Tetap), maka pada bagan berikut ini,merupakan Bagan dari "Power Adaptor Stabilizer" dengan Tegangan Output yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaanya (bersifat Dinamis/ Variabel), yaitu: untuk penggunaan Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V, dengan cara memutar knop "Rotary Switch" untuk mengatur Tegangan yang dikendaki.
Langkah langkahnya adalah:
Membuat rangkaian perata Arus dan filter Tegangan (sebagaimana gambar dan keterangan di atas), setelah selesai, kemudian sambungkan Output DC 15V/ 17V tersebut ke DC in: +15V/ + 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" sebagaimana gambar di bawah ini.
Power Adaptor Stabilizer dengan Selektor (Rotary Switch) DC 4.5V hingga 13.8V
Tegangan DC 15V/ 17V tersebut masuk ke DC in: +15V/ + 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" tersebut dan kemudian diproses pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" dan diperkuat oleh Transistor Output (2N 3055), sehingga Tegangan yang keluar sesuai dengan yang dikendaki dengan cara: Memutar knop Rotary Switch tersebut.
Mutitester Manual (ANALOG) merupakan "Perangkat penting untuk Perbaikan mesin Elektronika", Multitester ini sering disebut juga AVOmeter, yaitu: AVO berarti: A adalah Ampere (untuk mengukur besaran Arus listrik), V adalah Voltage (untuk mengukur Voltase atau tegangan) sedangkan O berati Ohm (untuk mengukur beban hambatan pada arus listrik). Menggunakan Multitester/Avometer ini dapat membantu AnalisaKerusakan pada komponen yang terdapat pada Perangkat Elektronik tersebut., Selain untuk penggunaan di atas, AVOmeter/Multitester manual ini dapat digunakan untuk mengukur/mengetahui kerusakan pada komponen, seperti: Transitor, Dioda dll.
Multitester Analog & Digital
Cara Membaca Nilai Ohm pada Multitester Manual (ANALOG)
X1 (150mA) - Kali 1 (X1) ini paling sering digunakan, posisi X1 ini digunakan pada pengukuran komponen Resistor dengan Maksimal 2K Ohm. Pembaca Skala (paling atas), yaitu: 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K.
X10 (15mA) - Pembaca Skala sama dengan di atas, namun dengan perkalian 10 kali (X10), sebagai contoh: jika Jarum Multimeter menunjukan skala 10 (ohm), maka 10 ohm tersebut dikalikan lagi dengan 10 (X10) berarti nilai Resistor tersebut adalah 10 Ohm X 10 = 100 (Ohm), jika Skala menunjukan skala 100 (Ohm) X 10 = 1000, artinya: Nilai Resistor yang di ukur menggunakan Multitester analog ini adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K, demikian seterusnya.
X100 (1.5mA) - Teknik pengukuran sama dengan di atas, namun jika jarum Multitester menunjukan Skala dengan Nilai 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, namun harus dikalikan dengan angka 100, sebagai contoh: Jarum Multitester menunjukan skala dengan Nilai 10, maka rumusnya adalah: 10 x 100 = 1000, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K Ohm, dan seterusnya.
1K (150μA) - Membaca Skala sama seperti pada X1, yaitu: 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1K, jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 100K dan seterusnya.
10K - Membaca Skala pada X10, menggunakan skala dasar: 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K. Jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 1 x 10 = 10K, Jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 100 x 10 = 1000, maka Nilai Resistor tersebut adalah 1000K Ohm atau sama dengan 1M Ohm dan seterusnya.
Untuk membaca Satuan Nilai Resistor dapat di lihat pada halaman terdahulu: "Lambang dan Kode Resistor"
Seiring dengan Perkembangan Teknologi yang berkembang sangat pesat pada saat ini, maka akan sangat diperlukan Teknisi teknisi yang handal dalam perbaikan Perangkat Teknologi yang terdiri dari: Mesin, Hardware dan Software termasuk bidang Elektronika, adapun pada blog ini kami akan berbagi beberapa pengalaman kami Terkait bidang "Jasa Perbaikan Elektronik rumah tangga" saja, sesuai pengetahuan dan pengalaman serta semampu kami untuk menjelaskannya, dengan harapan Informasi disini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang ingin belajar "Teknik perbaikan Elektronika" ini.
Ruang Kerja (Tempat Reparasi Elektronik) DeepMechines
Bagi kebanyakan orang, bidang elektronika mungkin merupakan bidang yang cukup sulit untuk di pelajari, akan tetapi.. apabila anda sudah sedikit mempunyai Pengetahuan Dasar tentang Kelistrikan serta mengenal beberapa komponen elektronika tersebut, maka percayalah.. Keahlian anda ini akan dibutuhkan dimana saja, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dimana mereka masih membutuhkan seorang yang mempunyai skill (kemampuan) untuk perbaikan perangkat rumah tangga mereka. Sebagaimana kita ketahui, bahwa: Perangkat Elektronik adalah perangkat rumah tangga yang rentan rusak, baik karena kesalahan penggunaan, kurangnya perawatan ataupun karena faktor lainnya, jadi ini adalah sebuah Peluang Usaha bagi anda yang kebetulan tertarik untuk menekuni Usaha Perbaikan perangkat elektronik tersebut, disamping itu akan membuat nama anda dikenal jika reputasi dan Kejujuran anda dapat di pertahankan.
Panduan untuk Pemula - Belajar Elektronika
Untuk belajar elektronika, jika anda seorang pemula, tidak perlu takut, karena saya sendiripun hanya bermodalkan hobby dan mempunyai tekad untuk bisa.
Elektronika Dasar
Belajar Teknik elektronika akan sangat membutuhkan Kesabaran dan Ketekunan serta Ketenangan. Terkait Panduan Belajar elektronika untuk Pemula ini, maka telah buat Kategori: "Panduan Elektronika (Dasar)", pada beberapa halaman tersebut, kami telah mencoba untuk memberikan Panduan sederhana untuk "Mengenal Perangkat yang sering digunakan untuk Perbaikan Elektronik Rumah Tangga/Televisi", sebelumnya tentu juga kita harus mengenal beberapa Komponen Elektronika yang paling sering terdapat pada Perangkat Elektronik, Televisi maupun Perangkat elektronik lainnya, yaitu:
Dioda - Komponen ini mempunyai berbagai macam fungsi juga, lihat keterangan terkait komponen Dioda ini pada halaman: "Elektronika Dasar - Komponen Dioda".
Transistor - Ini adalah komponen revolusioner sebagai pengganti Tabung hampa sebelum ditemukannya komponen Transistor ini, lihat informasi dasar terkait komponen ini, pada halaman: "Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor".
Beberapa halaman diatas adalah sebagai gambaran sederhana sebagai "Pengenalan Awal dari beberapa Komponen yang paling umum terdapat pada Perangkat Elektronika", anda dapat mengikuti Kategori "Panduan Elektronika (Dasar)", yang mungkin akan terus kami Update, setiap ada waktu dan kemungkinan.
Elektronik memang sangat dekat dengan kita kehidupan sehari-hari, terhitung dari peralatan dapur yang mengunakan tenaga Listrik, Televisi, hingga perangkat Komunikasi, oleh karena itu di butuhkan beberapa Pengetahuan tentang kelistrikan dan elektronika, ketika terjadi kerusakan pada perangkat listik ataupun elektronika tersebut. Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik/TV.
Peralatan Servis Elektronik dan/atau Reparasi TV
Elektronika dapat di jadikan sebagai Hobby yang mengasyikan maupun yang menekuninya sebagai Profesi. Perangkat/Peralatan untuk perbaikan (reparasi) elektronik sebenarnya tidaklah terlalu banyak ataupula tidaklah terlalu mahal, sehingga dengan Modal yang minim (kecil), sudah bisa bekerja dan dapat untuk menghasilkan Uang. Peralatan untuk perbaikan elektronik ini sangat sederhana, sebagaimana telah di jelaskan pada halaman terdahulu:"Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronika/TV", jika di bandingkan Peralatan untuk perbaikan (reparasi) lainnya: semisal Perbaikan Handphone yang membutuhkan Modal cukup besar serta resiko yang cukup besar juga, lihat juga halaman tentang: "Gambaran Singkat Bisnis/Usaha konter Pulsa dan Jasa perbaikan Handphone" ini. Ya.. meskipun begitu, setiap pekerjaan/usaha mempunyai resiko masing masing, namun pembelajaran dan pengalaman merupakan hal yang yang dapat memperkecil setiap resiko yang di hadapi dan yang akan di jalani. (bersambung)
Loudspeaker (LS) adalah Perangkat Elektronik yang berfungsi Merubah Sinyal Listrik menjadi Getaran Suara yang dapat di dengar oleh Telinga. Sinyal Listrik tersebut berasal dari sebuah Penguat Suara (Power Amp) yang telah di beri sinyal tertentu, baik berupa rekaman suara (Audio) ataupun suara langsung melalui Microphone.
Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range
DeepMechines - Panduan Elektronika (Dasar). Loudspeaker (LS) sesuai namanya adalah Pengeras Suara. Loudspeaker terbagi menjadi beberapa jenis/model sesuai dengan Frekwensi ataupun Nada yang di hasilkan, sebagai contoh:
Twitter - Loudspeaker jenis Twitter ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Tinggi (Treble).
Midrange - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Sedang (Middle).
Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Rendah (Bass).
Sub-Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada sangat Rendah (Super Bass | X-Bass).
Flyback Transformer adalah Pembangkit Tegangan Tinggi untuk keperluan Anoda, Katoda dan Gridpada Tabung (hampa) Televisi. Flyback Transformer ini di salurkan pula pada Deflection Yoke untuk membelokan Elektron pada Tabung Gambar TV baik secara Horizontal maupun Vertikal.Pada Flyback Transformer tersebut di bangkitkan juga tegangan Sedang/Rendah untuk blok Vertikal Output, Heater (Filamen), ABL (Automatic Brighness Limited) dll.
Tegangan Tinggi dari Flyback untuk Tegangan Anoda pada Tabung TV berkisar 10.000 Volt (10KV) hingga 30.000 Volt (30KV).
Tegangan Sedang dari Flyback untuk Tegangan Katoda pada Tabung TV berkisar 90 Volt hingga 200V, namun pada Tegangan yang umum di pergunakan untuk Tabung Televisi adalah 185V, sedangkan Tegangan 90V sering ditemukan pada jenis Tabung Monitor untuk komputer. Tegangan ini di pergunakan untuk Tegangan Video dan/atau Katoda pada Tabung Televisi.
Tegangan Rendah berkisar 24V hingga 28V (Single) untuk Tegangan Vertikal Amp. Pada beberapa jenis tertentu menggunakan 12V x 2 = terdiri dari -12V dan +12V | 14V x 2 = terdiri dari -14V dan + 14V untuk Tegangan Vertikal Output(Vertikal Amp) tsb.
Tegangan "Heater" berkisar 6V hingga 9V AC (Alternative Current).
Fasa ABL (Automatic Brightness Limiter) atau Pengatur level terang/cahaya otomatis.
Setiap Trafo Flyback mempunyai 3 Kabel Utama, yaitu:
Kabel KopuntukAnoda - Ciri-ciri nya adalah: Mempunyai ukuran paling Besar dan paling Panjang, jika di bandingkan dengan kedua kabel lainnya pada Flyback, serta mempunyai Tutup dan Pengait sebagai pengunci pada Tabung.
Kabel Screen - Berfungsi untuk mengatur atau Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
Kabel Grid - Berfungsi untuk mengatur adalah Pengikut Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
Trafo Flyback (Flyback Transformer / FBT)
Kop (Tudung) Kabel Anoda akan menyemburkan Tegangan Tinggi berkisar 10.000V (10KV) hingga 30.000V (30KV) ketika Trafo Flyback tersebut aktif bekerja. Semburan api dari Flyback tersebut akan menarik elektron pada Tabung (hampa) Televisi, sehingga Tabung dapat menyala, setelah sebelumnya elektron di belokan pula oleh Yoke Defleksi (Deflection Yoke) baik secara Vertikal maupun secara Horizontal. Cahaya dapat terlihat Terang pada Layar (Tabung Gambar) Televisi ketika "Heater" pada Tabung Televisi itu sudah Menyala.
Deflection Yoke atau kalangan teknisi sering menyebutnya dengan "Yoke/Defleksi" adalah Lilitan pada Inti Ferit yang berfungsi sebagai Pembelok Elektron ke Atas/Bawah (Vertikal) dan ke Kanan/Kiri (Horizontal) pada Layar (Tabung) Gambar Televisi. Deflection Yoke berada pada leher Tabung TV. Kerusakan pada Deflection Yoke ini akan menyebabkan gangguan pada "Gambar/Siaran" baik secara Vertikal maupun Horizontal.
Deflection Yoke (DY)
Deflection Yoke. Atas: Diameter Besar, Bawah: Diameter Kecil
Untuk penggunaan pada Tabung diameter Kecil. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 7 / 1
Untuk penggunaan pada Tabung diameter Besar. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 9 / 1 | Soket: 11 / 1 dan Model Tabung TV Sony/(sebagian) Tabung TV LG yang mempunyai soket: 9 / 2.
Posisi Kabel Horizontal dan Vertikal pada Deflection Yoke
Deflection Yoke pada TV Sharp
Gulungan Defleksi Horizontal pada Umumnya berada pada Belakang, yang di beri Kode Warna Merah/Biru pada Kabel. Gulungan Defleksi Horizontal ini berfungsi: Menarik elektron ke Kanan dan ke Kiri pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Horizontal kemudian di kuatkan beberapa ratus kali pada Flyback Transformer (FBT), kemudian di salurkan pada Gulungan Defleksi Horizontal tersebut.
Gulungan Defleksi Vertikal pada Umumnya berada pada Depan, yang di beri Kode Warna Hijau/Kuning (atau warna lainnya) pada Kabel. Gulungan Defleksi Vertikal ini berfungsi: Menarik elektron ke Atas dan ke Bawah pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Vertikal kemudian di kuatkan oleh Vertikal Amp (Penguat Vertikal) yang selanjutnya di salurkan pada Gulungan Defleksi Vertikal tsb.